Senin, 16 November 2009

Manajemen Perpustakaan

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN
A. Pengertian perpustakaan
Perpustakaan bukan merupakan hal baru di kalangan masyarakat, di mana-mana telah diselenggarakan perpustakaan, seperti disekolah-sekolah, baik sekolah umum maupun sekolah kejuruan, baik sekolah dasar maupun menengah. (3) Dengan demikian tidak ada sebuah pernyataaan yang menyatakan bahwa orang tidak mengenal perpustakaan.
Perpustakaan dalam bahasa Inggris adalah Library, Maktabah (bahasa arab), Biblioteca (bahasa Italia), bibliotheque (bahasa Perancis), bibliotheek (bahasa belanda).(1) semua istilah itu mempunyai kata dasar yang berarti buku. “pustaka” dari bahasa sanskerta, “liber” dari bahasa latin, dan biblion dari bahasa Yunani, semuanya berarti buku.(5)
Perpustakaan adalah unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara bahan pustaka yang dikelola dan diatur dengan sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai sumber informasi.(2)
Dari pengertian di atas, terlihat perlu adanya 5 unsur pokok dalam pengertian perpustakaan, yaitu :
1. Tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi bahan pustaka.
2. Koleksi bahan pustaka itu dikelola dan diatur dengan cara sistematis dengan cara tertentu.
3. Untuk digunakan secara kontinu oleh pemakainya.
4. Sebagai sumber informasi, dan
5. Merupakan suatu unit kerja.
B. Pembentukan Perpustakaan
Pembentukan sebuah perpustakaan pada suatu unit atau satuan kerja akan dilakukan dengan pertimbangan dan alasan-alasan yang kuat. Setelah perpustakaan tersebut terbentuk, langkah selanjutnya adalah pembinaan, agar segala sesuatu dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya setelah upaya pembinaan dapat dilakukan, maka kegiatan yang perlu dilakukan adalah pengembangan.(4) Pembinaan perpustakaan meliputi semua aspek, sedangkan pengembangannya dilakukan secara selektif pada bidang-bidang atau aspek tertentu, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang tersedia, baik dari segi manajemen maupun tempat atau bangunan dari perpustakaan itu sendiri.
Perpustakaan harus mampu menyusun written statement tentang apa yang ia harapkan dari gedung perpustakaan tersebut yang nantinya dapat dipakai oleh arsitek.(6) Dengan demikian desain bangunannyapun bisa dikembangkan orang lain untuk menirunya.
C. Kegiatan Pokok Perpustakaan
1. Pengadaan bahan koleksi
Koleksi merupakan unsur utama dalam perpustakaan. Untuk pengadaan koleksi hendaknya disesuaikan dengan tingkat pendidikan, selera, dan etika masyarakat setempat.(7) Karena dengan adanya tiga hal tersebut siswa atau masyarakat akan lebih tertarik, karena mereka dapat mencari bahan pustaka sesuai yang mereka inginkan.
Hal-hal pokok yang harus ditetapkan berkaitan dengan koleksi adalah :
- Menyusun rencana operasional pengadaan bahan pustaka.
- Survei minat pemakai
- Survei bahan pustaka
- Menyeleksi bahan pustaka
- Menertibkan.(8)
2. Pengolahan bahan koleksi
Kegiatan pengolahan bahan koleksi adalah kegiatan mempersiapkan bahan koleksi yang telah dipilih, agar dengan mudah dapat diatur di tempat-tempat atau rak-rak penyimpanan, sehingga mudah pula untuk dilayankan oleh para pemakai koleksi perpustakaan.
Kegiatan pengolahan dapat dilakukan dengan berbagai hal :
- Klasifikasi
- Katalogisasi
- Pelabelan
- Penyimpanan dan penyusunan koleksi
- Penyimpanan dan penyusunan kartu catalog.(9).
3. Pelayanan sirkulasi
Dalam ilmu perpustakaan sirkulasi sering dikenal denga peminjaman. Namun demikian pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa perpustakaan.(11).
Pelayanan siekulasi adalah kegiatan melayani peminjaman dan pengembalian buku-buku perpustakaan sekolah. Tugas pokok bagian sirkulasi antara lain melayani murid-murid yang akan meminjam buku-buku perpustakaan sekolah, melayani murid-murid yang akan mengembalikan buku-buku yang akan dipinjam dan dan membuat statistik pengunjung.(10).
Kegiatan dalam sirkulasi antara lain :
- Membuat peraturan mengenai pemakai/ peminjam koleksi.
- Membuat pengumuman tentang pendaftaran anggota perpustakaan.
- Memprose kartu-kartu keanggotaan.
- Melayani peminjaman dan pengembalian
- Membuat laporan tertulis.(12).
4. Pelayanan referensi
Kegiatan pelayanan referensi adalah kegiatan melayani melayani koleksi perpustakaan, terutama koleksi pustaka acuan (reference books) atau koleksi yang tidak boleh dibawa pulang oleh anggota perpustakaan, dengan pelbagai kegiatan pula, seperti antara lain seperti :
- Melayani para anggota perpustakaan yang memerlukan pustaka acuan.
- Melayani permintaan foto copy
- Melayani permintaan penelusuran informasi tentang oerpustakaan.
- Melakukan penyimpanan dan penataan kembali koleksi pustaka.
- Membuat laporan tertulis secara tertulis.
5. Pelayanan Administrasi
Pelayanan administrasi adalah kegiatan menunjang (perbantuan) kepada semua kegiatan yang dilakukan di dalam perpustakaan, dengan pelbagai macam kegiatan pula.(13) Selain itu dalam administrasi harus ada prinsip, yakni prinsip administrasi merupakan generalisasi berdasarkan pengalaman dan analisis mengenai study kasus.(14).
Kegiatan administrasi sekolah meliputi :
a. ketatausahaan dan kesekretariatan.
b. Administrasi kepegawaian
c. Keuangan.
d. Kerumahtanggan.(15)
D. Prinsip-prinsip Organisasi Perpustakaan
Prinsip itu mempunyai dua segi, yaitu : prinsip merupakan pangkal tolak pikiran untuk memahami suatu tata hubungan dan merupakan suatu jalan atau sarana untuk menciptakan tata hubungan atau kondisi yang kita ehendaki.(16). prinsip ogganisasi merupakan pedoman dan pegangan bagi para pemimpin organisasi agar bergerak sebagai satu kesatuan ”as an unity” (Prajudi, 1982).
Diantara prinsip-prinsip dalam organisasi perpustakaan adalah :
1. Tujuan perpustakaan
2. Pembagian kerja yang homogen
3. Pelimpahan kekuasaan (tanggung jawab) dan tugas.
4. kesatuan komando (hierarki).
5. Komunikasi.
6. Pengecekan pimpinan terhadap perintah-perintahnya.
7. Kontinyuitas.
8. Saling asuh, asah dan asih antara unit lini dan staf.
9. Koordinasi.
10. Kehayatan (hidup).
11. Asas tahu diri.(17)
E. Referensi
1. Lasa Hs. Petunjuk Praktis pengelolaan perpustakaan masjid dan lembaga ilmiah. (Yogyakarta : Anggota IKAPI UGM : 1994), hal 1.
2. Drs. Muljani A. Nurhadi, M.Ed. Sejarah Perpustakaan dan Perkembangannya. (Yogyakarta : Andi Offset : 1983), hal 4.
3. Drs. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Bumi Aksara : 1992), hal 1.
4. Sutarno NS. Manajemen Perpustakaan, Suatu Pendekatan Praktis. (Jakarta : Samitra Media Utama ), hal 49.
5. Drs. P. Sumardji. Perpustakaan Organisasi dan Tatakerjanya. (Yogyakarta : KANISIUS (anggota IKAPI) : 2000), hal 11.
6. Soejono, ML.S. Pengetahuan Dasar Dalam PerencanaanGedung Perpustakaan. (Bandung : Angkasa :1986), hal 11.
7. Lasa Hs. Petunjuk Praktis pengelolaan perpustakaan masjid dan lembaga ilmiah. (Yogyakarta : Anggota IKAPI UGM : 1994), hal 11.
8. Sutarno NS. Manajemen Perpustakaan, Suatu Pendekatan Praktis. (Jakarta : Samitra Media Utama ), hal 151.
9. Drs. P. Sumardji. Perpustakaan Organisasi dan Tatakerjanya. (Yogyakarta : KANISIUS (anggota IKAPI) : 2000), hal 25-26..
10. Drs. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Bumi Aksara : 1992), hal 125.
11. Lasa Hs. Petunjuk Praktis pengelolaan perpustakaan masjid dan lembaga ilmiah. (Yogyakarta : Anggota IKAPI UGM : 1994), hal 122.
12. Drs. P. Sumardji. Perpustakaan Organisasi dan Tatakerjanya. (Yogyakarta : KANISIUS (anggota IKAPI) : 2000), hal 27-28.
13. Ibid, hal 29.
14. Sulistyo Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. (Jakarta : P.T. Gramedia Pustaka : 1991), hal 187.
15. Sutarno NS. Manajemen Perpustakaan, Suatu Pendekatan Praktis. (Jakarta : Samitra Media Utama ), hal 168.
16. Ibid, hal 100-107.

Kamis, 26 Maret 2009

Tugas Mingguan

Name of program : World cup cricket quiz challenge 1.0.1
Use for : A fun and efficient way to test you cricket knowledge.
Size:13.40 MB
Platform:Windows XP / Vista
License:Freeware
Rating:Good (3.3/5)
Downloads:797
Screenshot: view sceenshots.

Kamis, 19 Maret 2009

Sound Recorder

Merekam Suara menggunakan sound recorder
Salah satu kemampuan dari komputer adalah merekam suara, dengansyarat komputer yang dimiliki mempunyai perangkat multimedia. Misalnya : sound card, speaker, microphone dan software (ProgramAplikasi) yang mendukung untuk merekam suara.
Sound Recorder adalah salah satu program aplikasi untuk merekam suara yang biasanya sudah langsung ada ketika kita menginstall windows, baik itu windows 3.X sampai dengan Windows XP. Untuk masuk program aplikasi sound recorder dengan langkah :
Cara merekam suara sound Recorder :
1) Pilih menu File, kemudian klik New.
2) Untuk memulai merekam, klik tombol
3) Untuk memberhentikan proses perekaman klik tombol
4) Setelah selesai merekam, simpan file yang dibuat dengan
mengklik menu File, kemudian klik Save As.
Untuk mendengarkan hasil rekaman ikuti langkah berikut ini :
1)Pada menu File, klik Open.
2)Buka folder tempat file suara (ekstension .wav) klik Open.
3)Klik tombol untuk mendengar hasil rekaman.
4)Klik tombol untuk memberhentikan suara hasil rekaman.

Multiple Intelligences

Multiple Intelligences :
1.Verbal Linguistic : potensi menonjol yang dimiliki anak dalam merangkai kalimat dan bercerita.
2.Mathematical Linguistic : kemampuan yang dimiliki anak dalam memecahkan masalah atau cekatan dalam membuat perhitungan.
3.Musical : bakat yang luar biasa yang dimiliki anak dalam hal bunyi, nada, irama, lagu dan musik.
4.Visual Spatial : kelebihan yang dimiliki anak dalam berpikir tiga dimensi serta stereometris.
5.Bodily Kinesthetic : sesuatu ketrampilan yang dimiliki anak dalam hal gerak, tari atau olahaga.
6.Interpersonal : kemampuan seorang anak dalam memahami dan mengontrol diri sendiri pada setiap apa yang dilakukannya.
7.Existential :

Teori Belajar Kognitif

Teori Belajar Kognitif
Belajar seharusnya menjadi kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Belajar merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting dalam upaya mempertahankan hidup dan mengembangkan diri. Dalam dunia pendidikan belajar merupakan aktivitas pokok dalam penyelenggaraan proses belajar-mengajar. Melalui belajar seseorang dapat memahami sesuatu konsep yang baru, dan atau mengalami perubahan tingkah laku, sikap, dan ketrampilan.
Pada dasarnya terdapat dua pendapat tentang teori belajar yaitu teori belajar aliran behavioristik dan teori belajar kognitif. Teori belajar behavioristik menekankan pada pengertian belajar merupakan perubahan tingkah laku, sehingga hasil belajar adalah sesuatu yang dapat diamati dengan indra manusia langsung tertuangkan dalam tingkah laku. Seperti yang dikemukakan oleh Ahmadi dan Supriono (1991: 121) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
Sedangkan teori belajar kognitif lebih menekankan pada belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia. Seperti juga diungkapkan oleh Winkel (1996: 53) bahwa “Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif dan berbekas”.
Teori Belajar Kognitif menurut Piaget
Dalam bab sebelumnya telah dikemukan tentang aspek aspek perkembangan kognitif menurut Piaget yaitu tahap sensory motor; concrete operational dan formal operational. Menurut Piaget, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan t pre operational ahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru.Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, ketrampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas.
Sesuai dengan karakteristik matematika maka belajar matematika lebih cenderung termasuk ke dalam aliran belajar kognitif yang proses dan hasilnya tidak dapat dilihat langsung dalam konteks perubahan tingkah laku. Berikut adalah beberapa teori belajar kognitif menurut beberapa pakar teori belajar kognitif:

Kamis, 12 Maret 2009

TTS

Check
Across:
1. sholat sunah yang mengiringi sholat wajib
4. masjid kecil
5. arti rukshoh
6. arti sholat (bahasa)
7. bahasa dalam sholat
8. duduk di antara dua sujud
10. tempat sholat
11. hukum membaca fatihah dalam sholat
12. rukun islam ke 2
13. sholat bersama-sama
14. makmum ketinggalan rakaat
15. meringkas bilangan sholat
17. melakukan dua sholat dalam satu waktu
19. sebelum sholat
Down:
2. pemimpin sholat
3. gerakan tengok kanan kiri dalam sholat
4. sholat sendirian
6. alat tayamum
7. panggilan sholat
9. pengganti wudhu
10. air suci mensucikan
12. sholat wajib dua rakaat
13. mengeraskan bacaan sholat
16. berdiri (bahasa inggris)
18. rakaat sholat jumat

Index=>